MUARA ENIM–Berbicara soal batu, tentu saat ini sudah tidak asing lagi kedengarannya ditelinga, pasalnya hampir diseluruh pelosok negeri (Indonesia) “virus” batu akik atau batu mata cincin sedang menghinggapi penduduk negeri, tentu dengan simbol dan ciri khas serta nama daerah yang disematkan pada batu sebagai identitas asal batu.

Bahkan nama-nama untuk sebutan batupun beragam dan bermuculan. Tak hanya berhenti disitu, terkadang batu-batu tersebut dikaitkan dengan berbagai mitos dan hal-hal ghaib yang memiliki khasiat dan kegunaanya.

Nah, di Desa Pagar Dewa, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan ada tiga warga menemukan batu yang menurut warga terbilang unik di sekitar tempat tinggalnya. Batu-batu yang jumlanya cukup banyak tersebut, ditemukan di sekitar Teluk Sawe disepanjang aliran Sungai Muara Tiga di desa setempat.

Salah satunya Agusman (26), yang sehari-harinya berprofesi sebagai petani ini menemukan diperkirakan batu fosil mirip ular, peringgi atau labu, bentuk kijing, mirip kura-kura, dan batu menyerupai benda-benda lainnya.

BACA JUGA  Tanjung Enim Kota Kecil Yang Dikenal, Kaya Akan Batu Bara, "Lahirkan Orang-Orang Besar"

” Saya temukan ini batu hari Sabtu 17 Januari 2014 di sekitar Teluk Sawe Desa Pagar Dewa. Totalnya ada 9 batu unik,” ungkap Agus dirumahnya di Dusun II Desa Pagar Dewa, Rabu (21/1/2015).

Menurutnya, penemuan batu-batu tersebut tidak sekaligus. Awalnya kata dia, berjumlah 3 batu yang berbentuk seperti labu, kemudian bongkahan batu lagi berbentuk ular melingkar, dan bentuk kijing. Kemudian batu-batu lainnya Ia temukan pada hari berikutnya Minggu 18 Januari 2015 sore.

” Awalnya saya hanya ingin berburu Babi di hutan. Karena lama tidak dapat-dapat, dalam hati saya meminta kepada yang Kuasa untuk diberikan rejeki lain. Nah, setelah itu saya temukan batu-batu ini di pinggiran sungai,”ungkapnya.
Sekarang ini, tambah Agus, batu-batu yang ditemukan itu masih di simpan baik dirumahnya. Penemuan batu-batu unik itu, kata Agus, sempat mendapat perhatian dari warga sekitar yang penasaran ingin melihat keunikan dari batu-batu yang didapatnya itu.

BACA JUGA  Masyarakat Hukum Adat Dalam Kacamata HAM

Diceritakan Agus lebih jauh, setelah menemukan sejumlah batu-batu unik yang diperkirakan batu fosil itu, pada malamnya ia sempat bermimpi, agar dirinya datang lagi kelokasi penemuan batu-batu yang ditemukanya tersebut.

” Pas aq temukan batu pada hari Minggu itu, malamnya aku mimpi dan diarahkan untuk datang lagi ke lokasi tempat aq menemukan batu itu,” bebernya.

Meski demikian, Agusman mengaku, belum tahu batu-batu tersebut akan diapakan. Saat ini, dirinya hanya ingin merawat dan menyimpan dirumahnya.

” Belum tahu mau diapakan, jika mau dipinta oleh pemerintah tidak akan saya kasih. Ini tititpan untuk saya dan saya ingin merawatnya. Bahkan, dalam ramalan saya masih ada lagi batu yang belum dapat,”akunya.

Penemuan batu di Desa Pagar Dewa tersebut ternyata tidak hanya Agusma saja, melainkan juga dialami 2 warga lainnya, yakni Sumarsono dan Desilendra. Kedua warga yang sama. Menurut penuturan keduanya, batu-batu yang didapatkan tersebut lokasinya masih tak jauh dari penemuan batu-batu oleh Agusman.

BACA JUGA  Lembage Adat Semende Meraje Anak Belai

” Saya dapat dua batu, bentuknya seperti kaki kajah, dan satunya batu kuning gading,” ungkap Desilendra.
“Kalau saya temukan enam batu antik dan masih berjenis sama,” sambung Sumarsono.

Kepala Desa Pagar Dewa Firdaus, mengatakan agar batu temuan itu disimpan dan dipelihara sebagaimana baiknya, bisa saja ada cerita dibalik penemuan ini. Dan kalaupun ada Pemerintah yang ingin menelitinya sebaiknya diperbolehkan, ujarnya.

Terpisah Camat Kecamatan Tanjung Agung Drs Rahmad Noviar MSi, memperkirakan bahwa batu tersebut bisa saja merupakan peninggalan masyarakat terdahulu yang ada dan sempat tinggal di Desa Pagar Dewa. Namun jika ada pihak-pihak yang ingin meneliti terkait penemuan batu tersebut, sebaiknya dipersilahkan saja. Hal itu agar diketahui terkait batu itu sendiri, sarannya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here