MUARA ENIM– Menghadapi kemungkinan terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) yang lazim hampir terjadi setiap tahun, di Sumatera Selatan (Sumsel) khususnya di Kabupaten Muara Enim, Plt Bupati Muara Enim H Juarsah SH mengungkapkan telah menyiapkan strategi dengan mendirikan 8 titik pos komando (Posko) yang tersebar di wilayah-wilayah rawan Karhutlah dalam kabupaten Muara Enim.

Hal ini disampaikan Juarsah saat hadir secara virtual dalam Rapat Koordinasi virtual Siaga Bencana Karhutla Sumatera Selatan di Ruang Video Conference, Polres Muara Enim, Rabu (17/6/2020)

Rapat sendiri dibuka oleh Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya ini, dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel dan turut dihadiri oleh Pangdam II Sriwijaya.

BACA JUGA  Dukung Gernas Tataka, PTBA Fasilitasi Pelatihan 160 Guru SD/MI

Dalam keterangannya, Plt. Bupati mengatakan bahwa Kabupaten Muara Enim telah menetapkan status siaga darurat bencana Karhutla melalui SK Nomor 468/KPTS/BPBD/2020 tertanggal 2 Juni 2020.

Disamping itu sambung Juarsah, ia juga telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menyiapkan 8 (delapan) pos komando (Posko).

Dimana sebanyak 3 Posko di kawasan lahan gambut, terletak di Kecamatan Muara Belida, Gelumbang dan Sungai Rotan. Kemudian 5 Posko di kawasan lahan organik, berada di Kecamatan Rambang, Belimbing, Gunung Megang, Tanjung Agung dan Semende Darat Tengah.

Selain itu kata dia lagi, telah disiagakan pula 48 orang petugas dari BPBD dengan 20 unit mesin pompa dan 250 rol selang sepanjang 30 meter, beserta 3 unit wadah penampung air berkapasitas masing-masing 4 ribu liter.
Disisi lain, dalam waktu dekat pemkab Muara Enim akan segera menyurati perusahaan atau pelaku usaha untuk turut siaga, termasuk para aparat mulai dari desa hingga kecamatan.

BACA JUGA  Bantu Tenaga Medis Melawan Covid 19, PTBA Bantu RSUD MH Rabain Alat Kesehatan

Kepala BPBD Provinsi Sumatera Selatan dalam pemaparannya mengapresiasi Pemkab Muara Enim yang diakuinya menjadi salah satu dari 5 (lima) daerah terdepan yang telah menetapkan status Siaga Bencana Karhutla.

Sementara berdasarkan keterangan BMKG, diperkirakan pada Agustus hingga September menjadi puncak musim kemarau di Sumsel. Untuk itu, Wakil Gubernur meminta seluruh elemen, termasuk bupati/walikota agar siaga mengantisipasi dan menghadapi bencana tahunan ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here