PRABUMULIH—Situasi Pandemi Covid-19 yang hingga saat ini terus meningkat termasuk di Kota Prabumulih tidak menyurutkan semangat PT Pertamina EP Asset 2 untuk tetap berinovasi melakukan pembinaan bagi masyarakat mitra binaanya, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan

Hal ini terlihat dengan adanya pelatihan membuat produk sabun herbal dari limbah minyak jelantah bersama Kelompok MKM Majasari

“Kelompok MKM Majasari ini merupakan Juara 1 lomba Kawasan Kreatif New Normal yang diselenggarakan PT Pertamina EP bekerjasama dengan Kelurahan Majasari pada Juli 2020. Kelompok ini kemudian dibina dan dilatih untuk berinovasi dalam program Sampah jadi Berkah (SARAH) sehingga dapat membuat berbagai produk bermanfaat dan berdaya saing tinggi,”kata Pertamina EP Asset 2 CSR Analyst Imam Maulana

BACA JUGA  Gelar Rakorda Hadapi Pemilu 2024, Nasdem Prabumulih Targetkan 6 Kursi DPRD dan Incar Posisi Ketua

Lebih dari itu sambung Imam, Kelompok yang beranggotakan 25 orang dengan didominasi oleh ibu rumah tangga ini ternyata mampu membuat sabun herbal yang bahan bakunya berasal dari minyak jelantah, yang merupakan limbah rumah tangga dan industri makanan, bersama Institut Agroekologi Indonesia (INAgri) dan didukung oleh Kelurahan Majasari.

“ Tentunya ini langkah positif, dan perlahan mampu memberikan dampak ekonomi dan kesehatan yang positif bagi masyarakat,”imbuhnya

Terpisah PT Pertamina EP Asset 2 Prabumulih CSR Staff Erwin Hendra Putra mengatakan, produk yang diberi nama Sabun Herbal Sarah ini merupakan produk yang dibuat memanfaatkan minyak jelantah ditambah dengan bahan baku lainnya seperti soda api, air bersih, arang serta ekstraksi daun dan bunga.

BACA JUGA  Prabumulih Terbaik ke III Tingkat Kota Dalam Perencanaan Pembangunan di Sumsel

“Bahan baku minyak jelantah didapatkan dari skema sedekah sampah yang langsung dikoordinir oleh Lurah Majasari,”bebernya

Dikatakan Erwin lebih lanjut, Sabun herbal hasil produksi kelompok MKM Majasari sudah dilakukan uji laboratorium, dan sudah dipasarkan dengan harga Rp 5.000,-/batang, dengan berat 250 gram setiap kemasannya.

Lurah Majasari Inggit Damayanti mengapresiasi kerjasama dan program yang terjalin di Majasari, “Kami sangat mengapresiasi langkah inovatif yang digerakkan oleh Prabumulih Field dan INAgri selama ini, hal positif seperti ini akan selalu kami dukung demi membantu masyarakat menghadapi kondisi sulit di masa pandemi.

“Kami sangat berterimakasih dan berharap agar kegiatan ini dapat terus berkelanjutan agar dapat membantu perekonomian masyarakat Kelurahan Majasari” tutur Inggit.

BACA JUGA  Dinyatakan Sembuh, Tukang Ojek Asal Prabumulih Dipersilahkan Pulang, dr Happy Tedjo Minta Masyarakat Menerima dan Tidak Mengucilkannya

Sependapat dengan Lurah Majasari, Syamsul Asinar dari INAgri turut menyampaikan rasa bahagianya terhadap perkembangan masyarakat selama dilakukan proses pembinaan “Saya tidak menyangka apa yang dahulu kami ajarkan kini semakin berkembang,”ungkapya

Menurut Syamsul, Awalnya ia mengira sabun akan digunakan sebatas untuk kebutuhan pribadi saja, namun antusias warga yang sangat tinggi membuat sabun herbal kini menjadi salah satu nilai tambah ekonomi, karena mereka berhasil menjualnya dengan kemasan yang menarik.

“Saya juga turut menyampaikan rasa terimakasih kepada Prabumulih Field karena berkat dukungannya akhirnya perubahan positif dapat kami lihat di Kelurahan Majasari,”ucapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here