Palembang – Provinsi Sumsel diprediksi menjadi kontributor pengungkit pertumbuhan ekonomi paling potensial di pulau Sumatera, bahkan menjadi harapan masa depan bagi ekonomi nasional. Pernyataan itu diungkapkan Direktur Media Nasional Bisnis Indonesia Hery Trianto, usai melepas Tim Jelajah Komoditas Sumatera Selatan 2021 bersama Gubernur Sumsel H.Herman Deru, Senin ( 15/3/2021) di halaman Pemprov Sumsel.

Dikatakan Hery pemilihan Sumsel sebagai salah satu daerah yang dijelajahi bahkan menjadi start penjelajahan oleh tim sangat beralasan. Pasalnya Media Bisnis Indonesia menilai perekonomian Sumatera khususnya Sumsel memang banyak digerakkan oleh hasil alam yang berlimpah. Jika semula komoditas primadonanya adalah minyak bumi, kini pertanian dan perkebunan juga tak kalah besar sehingga menjadi pertimbangan dasar pihaknya untuk melakukan pemetaan.

“Sumatera Selatan ini potensi pertumbuhannya sangat, Dengan makin berkembangnya infrastruktur pelabuhan seperti disampaikan Gubernur Herman Deru, ditambah kehadiran pelabuhan yang lebih baik dan jalan tol, Saya pikir cukup untuk membuat kita optimis Sumsel akan menjadi pengungkit perekonomian di wilayah ini (Sumatera). Bahkan kita yakin masa depan Indonesia juga ada di Sumsel,” jelas Hery.

BACA JUGA  DPRD Setujui Perubahan RPJMD Provinsi Sumsel 2019-2023

Menurutnya Provinsi Sumsel sangat berpotensi menjadi kontributor utama penggerak ekonomi nasional secara keseluruhan. Dimana saat ini banyak pengolahan industri luar biasa yang dimiliki Sumsel. Salah satunya adalah kilang Pertamina yang ada di Plaju. Dimana kilang ini rencananya akan menjadi kilang pertama di Indonesia yang mengelola energi terbarukan yakni pengelolaan kelapa sawit menjadi bahan bakar bidoesel 100.

Hal itu tentu akan menjadi keuntungan tersendiri bagi Sumsel karena dipercaya mampu membawa investasi yang besar masuk ke Sumsel. Apalagi saat ini masyarakat dunia memang tengah fokus dengan berbagai aktivitas pengolahan energi terbarukan.

Apalagi sesuai visi misi Gubernur Herman Deru yang akan berkomitmen memberdayakan petani plasma bersama Pertamina agar petani tetap semangat mengelola lahan perkebunan. Sehingga petani terus mengembangkan komoditas sawit dan tidak mengalihfungsikan lahannya.

” Sumsel memiliki keunggulan yang komperatif ini dibandingkan provinsi lain,” tambah Hery

Mengenai penjelajahan yang akan dilakukan di Sumsel lanjut Hery rencananya tim akan bergerak ke Kabupaten Muara Enim. Kabupaten Muaraenim dipilih karena kelebihannya memiliki cadangan batubara yang sangat besar mencapai 13 juta kubik dan menjadi salah satu sumber energi utama. Dimana saat ini sedang dibangun mulut tambang dan pengembangan energi tingkat hilir untuk menyiapkan energi yang murah.

BACA JUGA  Wako Ridho Yahya Turun Langsung Salurkan Bantuan Sembako ke Warga

Setelah memetakan berbagai potensi di Sumsel, mereka akan melanjutkan jelajah komoditas ke provinsi lain seperti Riau dan Medan selama satu pekan kedepan.

“Mudah-mudahan nanti tim dapat memotret dari dekat mengenai komoditas di Sumsel. Dan semakin mendekatkan antara investor dan masyarakat yang mengelola komoditas,” terangnya.

Sementara itu Gubernur Sumsel H. Herman Deru usai melepas tim jelajah berharap agar tim Jelajah Komoditas Sumatera Selatan 2021 dalam rangka Liputan Komoditas Perkebunan dan Pertambangan Sumsel ini tidak hanya menemukan perkembangan komoditas yang sudah ada. Namun dapat menemukan komoditas baru yang potensial untuk dikembangkan di Sumsel.

Bahkan Ia meminta tim juga bukan hanya memetakan potensi baru tersebut tapi ikut memberikan sentuhan agar komoditas baru itu menjadi suatu komoditas yang bernilai khusus.

BACA JUGA  Per 12 Mei 2020, Pasien Positif Corona Sembuh di Sumsel Bertambah 6 Orang, 1 orang Penambahan Terkonfirmasi Positif Corona

Saat ini kata HD, Pemprov memang telah membagi zona komoditas di Sumsel meliputi daerah zona pertanian, daerah zona perkebunan dan daerah zona pertambangan.

Khusus komoditas kelapa sawit menurut HD saat ini memang memerlukan treatment khusus agar mendukung percepatan pemanfaatan energi terbarukan di Sumsel.

Salah satu caranya adalah dengan menjaga harga di tingkatan petani sehingga mereka tetao bersemangat mengelola lahan dan tidak mengalihfungsikannya.

” Harga komoditas ini harus dijaga agar mereka tidak alihfungsikan lahannya. Makanya kita zonakan ini,” jelasnya.

Dengan pelabuhan samudera Tanjung Carat yang sebentar lagi terealisasi diharapkannya semakin memperbesar efiesiensi transportasi keluar masuknya komoditas seperti karet, kelapa sawit, kelapa, komoditas pertambangan dan lainnya.

“Semoga Jelajah Komoditas Sumsel 2021 ini berjalan baik dan tidak ada hambatan,” ujar HD.

Hadir dalam kegiatan tersebutantara lain Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel H. Ahmad Rizali, MA, Kepala Dinas Perkebunan Sumsel, Ir Agus Darwa MSi Redaktur Pelaksana Media Bisnis Indonesia Gajah Kusumo, Kepala dan Perwakilan Bisnis Indonesia Palembang Herdiyan.*****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here