PRABUMULIH— Setelah ditiadakan pasar bedug pada tahun sebelumnya lantaran tingginya penularan covud 19, kini Ramadhan rahun 2p21 para pedagang kuliner khusus menu takjil di Kota Prabumulih mulai bisa berjualan

Tahun ini Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) akhirnya memberikan izin kegiatan pasar bedug.

Ridho Yahya yang hadir langsung meresmikan pasar bedug di pelataran halaman Masjid Nur Arafah mengaku kasihan dengan para pedagang kuliner yang pada tahun sebelumnya banyak tidak dapat berjualan lantaran pandemi Covid-19. Namun kali ini pihaknya kembali memberikan izin dan meresmikan pasar bedug untuk menggerakkan kembali perekonomian pedagang khususnya UMKM di Kota Prabumulih.

BACA JUGA  Temui Walikota Prabumulih, DPD IWO Prabumulih Dapat Saran Untuk Sekretariat

“Syaratnya tetap mematuhi aturan protokol kesehatan. Pedagang dan pengunjung diwajibkan mengenakan masker saat beraktifitas di pasar bedug. Pengaturan jarak pedagang pun ikut diatur demi menghindari kerumunan,” ujar Ridho Yahya, Rabu (21/04/2021).

Dengan dibukanya pasar bedug ini diharapkan bisa memberikan kemudahan bagi warga Kota Prabumulih yang hendak memenuhi kebutuhan untuk berbuka puasa. Untuk itu ia mengajak warga Prabumulih memanfaatkan keberadaan pasar bedug sebagai tempat alternatif berbelanja menu takjil.

“Kepada pedagang kita himbau agar menjajakan makanan yang sehat. Jaga kebersihan, kualitas, serta penyajian yang menarik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Muchtar Edi SSos menambahkan, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 50 lapak pedagang kuliner. Di samping itu pihaknya juga mengadakan bazar sembako murah yang telah disubsidi langsung oleh Pemkot Prabumulih.

BACA JUGA  Hasil Seleksi Ketat, Pertamina EP Kembali Berikan Beasiswa Kepada 8 Orang Terbaik Ring 1 Perusahaan

Sebanyak 500 paket sembako murah disiapkan untuk masyarakat kurang mampu. Satu paket sembako terdiri dari 2 kilogram beras, 1 kilogram gula pasir dan satu liter minyak goreng.

“Harga satu paket sembako telah disubsidi dari Rp 45 ribu menjadi Rp 20 ribu per paket. Jumlahnya memang terbatas, mudah-mudahan bisa meringankan beban masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari di bulan Ramadhan,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here