MUARA ENIM— Peran para ulama dan santri sangatlah besar dalam penyebaran ajaran agama islam khususnya di Nusantara sebelum kemerdekaan Indonesia. Bahkan dalam perjuangan memerdekakan diri dari penjajah bangsa asing, ulama maupun para santri dan tokoh-tokoh islam turut andil besar. Mereka rela mengorbankan harta hingga jiwa raga demi sebuah kemerdekaan.
Oleh sebab itu, peringatan Hari Santri Nasional hendaknya menjadi pedoman bagi anak bangsa untuk memaknainya dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bermasyarakat maupun berbangsa dan bernegara.
Hal ini disampaikan Pj. Bupati Muara Enim, Dr. H. Nasrun Umar, S.H., M.M (HNU), pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriah dan silaturahmi antar-majelis taklim di Masjid Ath Thoyyibin, Desa Tanjung Agung, Kecamatan Tanjung Agung, Senin (25/10/2021).
“Melalui Resolusi Jihad yang dikumandangkan K.H. Hasyim Asya’ri pada 22 Oktober 1945 yang akhirnya diperingati sebagai Hari Santri Nasional, maka telah menggerakkan seluruh umat muslim terutama para santri untuk bersatu-padu memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankan tegaknya Republik Indonesia,”kata Pj Bupati
Apalagi sambung HNU, di bulan ini juga Bangsa Indonesia akan memperingati 93 tahun Sumpah Pemuda pada 28 Oktober mendatang, momentum tersebut bisa dijadikan untuk bersama bahu-membahu membangun Bumi Serasan Sekundang dengan dilandasi nilai-nilai Islami sesuai tuntunan dari Rasullullah SAW.
Pj. Bupati juga mengajak masyarakat agar bermuhasabah dalam melihat amalan dan perbuatan sebagai seorang muslim.
“Mengenang dan metauladani Rasulullah dalam kehidupan sebuah keharusan bagi seorang muslim. Semoga di Bumi Serasan Sekundang senantiasa lahir generasi yang beriman, bertaqwa dan berakhlakul karimah,”harapnya
BACA JUGA  Posting “Guru Sekarang Enak Ya Makan Gaji Buta”, PGRI Akan Laporkan Akun Metaria Nyonyafevibae Ke Polisi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here