MUARA ENIM– Peringatan hari ibu ke 79 di Kabupaten Muara Enim yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA)nya berlangung semarak, Kamis (11/12), di Balai Agung Serasan Sekundang (BASS).
Kegiatan diisi denga peragaan busana batik petule, karya budaya khas Muara Enim yang tampil elegan dan penuh warna.

Ajang ini memperebutkan Piala ketua TP.PKK Muara Enim, Heni Pratiwi Edison, yang tak lain istri bupati Muara Enim, sekaligus menjadi wadah pelestarian budaya lokal yang memperkuat identitas daerah.
“Batik petule yang terinspirasi dari sayur oyong khas Desa Banuayu, Kecamatan Empat Petulai Dangku, akan terus didorong menjadi ikon fashion Muara Enim,” kata bupati Muara Enim Edison saat memyampaikan sambutan dalam kegiatan tersebut

Menurutnya, Batik petule bukan sekadar busana, tetapi simbol budaya yang lahir dari kearifan lokal.
Lebih lanjut Bupati Edison menegaskan, makna Hari Ibu sebagai momentum refleksi dan penghargaan atas peran perempuan.
” Hari Ibu bukan hanya perayaan, tetapi pengingat bahwa kasih sayang, pengorbanan, dan keteguhan seorang ibu adalah fondasi utama dalam membangun bangsa,”urainya.

Sementara itu diwaktu bersamaan, bupati juga menutup secara resmi program Isbat Nikah Massal. Sebanyak 1.656 pasangan di Kabupaten Muara Enim resmi memperoleh legalitas pernikahan melalui program ini yang digelar dalam rangka Muara Enim Bangkit Rakyat Sejahtera (MEMBARA).
” Dengan berakhirnya program isbat nikah massal MEMBARA, pemerintah daerah berharap masyarakat semakin sejahtera, harmonis, dan memiliki kepastian hukum dalam kehidupan berkeluarga,”harap bupati

Poto: Wabup Sumarni serahkan buku nikah pada pasangan yang mengikuti program isbat nikah




