MUARA ENIM– Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Muara Enim H Riswandar mengajak sekaligus menyerukan camat hingga kepala puskesmas se kabupaten Muara Enim untuk sama-sama mempercepat serta mensukseskan program pencegahan stunting hingga kepelosok desa.
” Selaku aparat pemerintah, mari kita sepakat, kita tekankan bahwa kedepan kita akan terus berupaya mengurangi dan nencegah kasus stunting yang ada di Kabupaten Muara Enim guna mewujudkan generasi kedepan yang lebih baik dari kita,”kata Riswandar saat membuka kegiatan Sosialisasi Pedoman Strategi Komunikasi Percepatan Pencegahan Stunting Kabupaten Muara Enim yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim di Hotel Grand Zuri, Kota Muara Enim, Kamis (13/10/2022).
Lebih lanjut dihadapan 22 orang Camat dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Muara Enim yang hadir sebagai peserta, Riswandar menghimbau agar dapat mengkampanyekan pencegahan kasus Stunting di Kecamatan masing-masing sampai tingkat Desa dan Kelurahan.
” Atas nama Pemkab. dan masyarakat Kabupaten Muara Enim, saya mengucapkan terima kasih dan sangat menyambut baik kegiatan ini, mudah-mudahan nanti angka stunting Kabupaten Muara Enim bisa dibawah satu persen sehingga nantinya generasi kita akan tumbuh subur sebagai generasi-generasi penerus dimasa mendatang,”tegasnya
Sementara itu, dalam laporannya, dr Eni Zatila selaku Kepala Dinas Kesahatan Kabupaten Muara Enim mengatakan, kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi secara lintas program dan lintas sektoral dalam hal percepatan penurunanan angka stunting di Kabupaten Muara Enim.
Selain dari peningkatan komunikasi dan perilaku tenaga kesehatan dalam pemberdayaan masyarakat ini akan berlangsung selama 2 hari dengan menghadirkan Narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Bappeda Muara Enim, dan Dinas Pembedayaan Masyarakat Desa Muara Enim.
Lanjut Eni, untuk dipahami bersama, kasus Stunting bukan merupakan kasus aib.”Jadi, jika kita menemukan sesuatu hal yang berhubungan dengan kasus tersebut langsung saja dilaporkan kepada tenaga kesehatan yang ada di tempat masing-masing, karena dengan begitu kita bisa mendeteksi, mengatasi hal tersebut lebih awal guna mencegah kasus tersebut semakin berkembang,” pinta Eni.
BACA JUGA  Dian Afriani: Februari-Agustus 2020, SIBA Rosella Telah Produksi Ribuan Botol dan Kotak Sirup dan Teh Celup Rosella
Artikulli paraprakPantau Infrastruktur dan Serap Aspirasi Masyarakat Secara Langsung, Pj Bupati Kurniawan Kunker ke 3 Desa di Kecamatan SDL
Artikulli tjetër210 Cakades di Muba Sepakat Damai, Pj Bupati Apriyadi Ingatkan 65 Pj Kades Bersikap Netral Saat Pilkades

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini