MUARA ENIM, – Tidak ada tanda, tidak ada peringatan. Pagi itu, ketenangan Dusun V Desa Gunung Raja, Kecamatan Empat Petulai Dangku, Kabupaten Muara Enim, pecah oleh dentuman keras dari dalam tanah. Sesaat kemudian, semburan gas bercampur lumpur menyusup ke udara dan rumah-rumah warga, memicu kepanikan massal.

Ledakan disertai suara desis gas yang kuat terdengar jelas oleh warga yang bermukim tak jauh dari lokasi pipa gas. Bau menyengat dengan cepat masuk ke dalam rumah, memaksa warga berhamburan keluar demi menghindari risiko yang tak mereka pahami sepenuhnya.

Di tengah kepanikan itu, Rosidi hanya sempat menggandeng keluarga. Anak dan cucunya berlari keluar rumah tanpa aba-aba, mengikuti naluri bertahan hidup.

“Kami dak sempat mikir apa-apa. Begitu bunyi ledakan dan bau gas masuk rumah, langsung keluar semua,” ujar Rosidi

Semburan gas yang bercampur lumpur menambah ketegangan. Lumpur menutupi genteng rumah warga, teras, halaman, hingga tanaman tumbuh yang selama ini menjadi penopang kebutuhan harian. Jejak semburan itu masih terlihat jelas, menjadi saksi bahwa peristiwa tersebut bukan sekadar kepanikan sesaat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sedikitnya belasan rumah warga terdampak langsung. Warga mengaku tidak mengetahui secara pasti kondisi pipa gas yang melintas di sekitar permukiman mereka, hingga peristiwa itu terjadi.

Pipa gas yang bocor diketahui milik PT Pertamina EP Prabumulih Field. Hingga saat ini, aktivitas perbaikan masih dilakukan oleh petugas di lokasi kejadian untuk memastikan kebocoran benar-benar tertangani dan situasi aman.

Dalam rilis resminya, Senior Manager Prabumulih Field, Muhammad Luthfi Ferdiansyah, menyatakan bahwa Tim Emergency Response PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field telah menyelesaikan penanganan kebocoran dan memastikan operasi berada dalam kondisi aman.

Pihak Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebocoran atau aktivitas mencurigakan di sekitar jalur pipa kepada kepala desa atau tim operasi PEP terdekat, agar dapat segera ditindaklanjuti.

Namun bagi warga Gunung Raja, kejadian ini menyisakan pertanyaan dan kekhawatiran. Ledakan itu datang tanpa peringatan, dari bawah tanah yang selama ini mereka pijak setiap hari. Lumpur mungkin bisa dibersihkan, tetapi rasa waswas akan keselamatan—itu yang masih tertinggal.

Artikulli paraprakPT MHP Khitan 80 Anak di PALI Secara Gratis 
Artikulli tjetër

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini