MUARA ENIM– Kebocoran pipa minyak yang disinyalir milik Pertamina EP Adera Field kembali terjadi di Desa Baturaja, Kecamatan Empat Petulai Dangku (EPD), Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Rabu (25/2/2026).
Kepala Desa Baturaja, Junaidi, mengatakan kebocoran pipa tersebut diperkirakan terjadi pada malam hari sebelum akhirnya diketahui warga pada pagi harinya.
“Diperkirakan kejadiannya malam hari. Pagi tadi warga sudah melihat minyak mengalir dan masuk ke rumah,” ungkap Junaidi saat dikonfirmasi.
Keterangan itu diperkuat oleh saksi mata yang menyebutkan bahwa saat waktu subuh, aliran minyak mentah sudah terlihat menggenang dan mengaliri rumah warga.
“Iya, minyak mentah itu mengalir sampai ke depan rumah Supran,” ungkap salah satu warga.
Warga tersebut juga menambahkan, selain mengalir ke permukiman, minyak mentah itu turut masuk ke areal persawahan milik warga, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan dampak terhadap lahan pertanian.
Menurut Junaidi, pipa yang bocor merupakan pipa penyalur dari sumur minyak yang berada tidak jauh dari permukiman, tepatnya di dekat Dusun Baturaja.
Akibat kejadian tersebut, warga mengaku resah karena selain menimbulkan bau menyengat, aliran minyak juga berpotensi mencemari lingkungan dan merusak lahan pertanian.
Saat ini pihak perusahaan tengah melakukan pengecekan serta upaya perbaikan terhadap pipa yang tertanam di dalam tanah tersebut. Pemerintah desa masih menunggu hasil investigasi resmi terkait penyebab pasti kebocoran dan langkah penanganan lanjutan.
Kejadian Berulang
Peristiwa ini bukan yang pertama kali terjadi di Desa Baturaja. Sebelumnya, kebocoran pipa minyak juga pernah terjadi di wilayah yang sama dan sempat menjadi perhatian masyarakat.
Kejadian berulang ini memicu kekhawatiran warga terkait sistem pengawasan serta perawatan jaringan pipa minyak yang melintasi kawasan permukiman dan lahan pertanian.
Warga berharap ada evaluasi menyeluruh dan langkah konkret agar insiden serupa tidak kembali terulang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pertamina EP Adera Field masih melakukan investigasi dan penanganan di lokasi kebocoran. Belum ada keterangan resmi terkait penyebab pasti insiden maupun potensi kerugian yang ditimbulkan.



