Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Gelagat Sumsel

Media Cyber

Gelagat Sumsel

Media Cyber

  • HOME
  • Sumsel
    • BANYUASIN
    • Palembang
    • Ogan Ilir
    • Ogan Komering Ilir
    • OKUS
    • OKU
    • Muara Enim
    • MUBA
    • Lahat
    • PRABUMULIH
    • Pali
    • PAGARALAM
    • Empat Lawang
    • OKUT
  • Nasional
  • Internasional
  • Kriminal
  • Video
  • ADVETORIAL
  • HOME
  • Sumsel
    • BANYUASIN
    • Palembang
    • Ogan Ilir
    • Ogan Komering Ilir
    • OKUS
    • OKU
    • Muara Enim
    • MUBA
    • Lahat
    • PRABUMULIH
    • Pali
    • PAGARALAM
    • Empat Lawang
    • OKUT
  • Nasional
  • Internasional
  • Kriminal
  • Video
  • ADVETORIAL
Subscribe
Close

Search

Muara Enim

Dukung Rumah Kreatif Boek Khaman, Upaya Pertamina EP Limau Field Tingkatkan Ekonomi Warga Sekaligus Lestarikan Budaya

By admin
9:16 - 15/10/2026 3 Min Read
0

MUARA ENIM – Upaya melestarikan budaya lokal sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat terus dilakukan melalui kehadiran Rumah Kreatif Boek Khaman di Desa Lubuk Raman, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim.

Program ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas, menjaga warisan budaya, serta menciptakan peluang usaha melalui kerajinan dan batik khas daerah.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (15/10/2026) ini, melibatkan kelompok masyarakat yang tergabung dalam Rumah Kreatif Boek Khaman.

Kehadiran rumah kreatif tersebut diharapkan mampu mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan potensi lokal yang memiliki nilai budaya sekaligus nilai ekonomi.

Rumah Kreatif Boek Khaman terdiri dari tiga kelompok utama, yakni Kelompok Wanita Tani (KWT), kelompok pengrajin kawasan buloh, serta kelompok Batik Khaman. Ketiga kelompok ini memiliki peran masing-masing dan saling bersinergi dalam menghasilkan produk kreatif yang memanfaatkan potensi alam serta kearifan lokal.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pemanfaatan bahan-bahan alami sebagai pewarna batik. Kelompok KWT berperan dalam menghasilkan pewarna alami yang berasal dari daun jati, daun mentoa, dan daun keduhok.

Proses pembuatannya dilakukan dengan merebus daun-daun tersebut hingga menghasilkan cairan pewarna alami. Setelah melalui proses pengolahan, pewarna kemudian diserahkan kepada kelompok Batik Khaman untuk digunakan dalam proses pewarnaan kain batik.

Pemanfaatan bahan alami ini menjadi salah satu upaya untuk mengembangkan produk batik yang memiliki ciri khas tersendiri, sekaligus memperkenalkan potensi sumber daya alam yang tersedia di lingkungan masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, setiap kelompok memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam proses produksi. Selain menjaga keberlangsungan kerajinan lokal, kegiatan ini juga diharapkan membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Camat Rambang Niru, Deny Eka Saputra, menyampaikan apresiasi atas hadirnya program pembinaan yang melibatkan masyarakat desa dan dukungan dari PT Pertamina EP Limau Field, bagian dari Zona 4.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa dan perusahaan menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong kemajuan masyarakat, khususnya dalam bidang pemberdayaan ekonomi dan pelestarian budaya.

“Alhamdulillah, selama ini pemerintah desa bersinergi dengan PT Pertamina EP Limau Field, terutama Zona 4. Kami sangat mengapresiasi dan bangga dengan adanya pembinaan dari Pertamina untuk masyarakat. Tentunya ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan ekonomi sekaligus melestarikan budaya. Harapan kami, sinergi ini dapat terus berlanjut,” ungkap Deny.

Ia berharap Rumah Kreatif Boek Khaman dapat terus berkembang dan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menghasilkan produk unggulan yang mampu bersaing, tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.

Sementara itu, Superintendent HSSE Operation Pertamina EP Limau Field, Suharjono, berharap keberadaan Rumah Kreatif Boek Khaman dapat menjadi sarana pemersatu sekaligus mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam mengembangkan potensi desa.

“Dengan adanya Rumah Batik Khaman ini, semoga tokoh masyarakat dan para pemuda bisa bersinergi,” ungkap Suharjono.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat secara bersama-sama diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program, sehingga manfaat pembinaan tidak hanya dirasakan saat kegiatan berlangsung, tetapi juga mampu memberikan dampak positif dalam jangka panjang.

Kepala Desa Lubuk Raman, Henkry Triansyah, dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Kehadiran Rumah Kreatif Boek Khaman menjadi langkah positif dalam mengembangkan potensi lokal Desa Lubuk Raman.

Dengan menggabungkan kreativitas masyarakat, pemanfaatan bahan alami, serta pelestarian batik khas daerah, program ini diharapkan mampu melahirkan produk bernilai tambah sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat setempat.

Ke depan, kolaborasi antara kelompok masyarakat, pemerintah desa, dan PT Pertamina EP Limau Field diharapkan terus berjalan agar Rumah Kreatif Boek Khaman dapat tumbuh menjadi pusat kegiatan kreatif yang produktif, mandiri, dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian warga.

Melalui semangat gotong royong dan pelestarian budaya, masyarakat Lubuk Raman diharapkan semakin berdaya, dengan warisan lokal tetap terjaga dan peluang ekonomi terus terbuka bagi generasi mendatang.

Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2026 — Gelagat Sumsel. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme