SEKAYU– Nyawa pelaku pembun ibu kandungnya sendiri, Mukhsin (34) warga Desa Letang Kecamatan Babat Supat kabupaten Musi Banyuasin akhirnya tidak tertolong meski sempat dibawah ke rumah sakit oleh pihak kepolisian sektor Babat Supat, Selasa (28/03/2023)

Sebelumnya, dengan sangat terpaksa lantaran melawan petugas saat hendak ditangkap setelah membunuh ibu kandungnya sendiri, Phatonah (61) dengan menggunakan sebilah pedang hingga menembus perut kanan tembus ke perut bagian kiri sehingga menyebabkan korban meninggal dunia meski sempat dilarikan ke Rumah sakit Sungai Lilin.

” Pelaku kita lumpuhkan dengan tindakan tegas dan terukur karena tindakannya ketika diperintahkan untuk menyerah tidak menghiraukan, bahkan dengan senjatanya menyerang warga dan aparat yang hendak meringkusnya. Bahkan Aipda Andri sempat terkena sabetan pedang pelaku, tindakan agresif pelaku dapat membahayakan keselamatan orang lain, “kata Kapolres Muba AKBP Siswandi SIK, SH, MH melalui kapolsek Babat Supat Iptu Widya Bhakti Dira S.Tr.K

BACA JUGA  Lokasi Kejadian Terduga Perkara Bukan di Wilayah Palembang, Zuhrowi Divonis Bebas Pengadilan Negeri Palembang

Menyadur dari keterangan Munir bapak tersangka kata Kapolsek, bahwa sebelumnya memang tersangka pernah melakukan perbuatan yang hendak membunuh tersebut, namun dapat dicegah dan sadar kembali.

” Setelah berhasil diamankan tersangka kita bawa ke rumah sakit untuk diobati, dan selesai diobati kemudian dibawa ke polsek untuk dimintai keterangan sekaligus melengkapi administrasi penyidikan, termasuk persiapan untuk pengantaran tersangka ke Polres, namun saat tersangka diistirahatkan diruang sel, tiba-tiba tubuhnya pucat dan mulutnya mengeluarkan buih, melihat kondisi tersangka demikian dengan sigap anggota kita langsung membawanya kembali ke rumah sakit, namun meski sempat mendapatkan pertolongan tidak lama kemudian nyawanya tidak tertolong,”jelas Bhakti.

Masih kata Kapolsek, atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia yang ancamannya tujuh tahun penjara, hanya saja berhubung tersangka meninggal dunia penyidikan atas perkaranya nanti akan dihentikan, jelasnya

BACA JUGA  Bersama DPRD Muba dan Forkompinda, Pj Bupati Apriyadi Dengarkan Pidato Presiden

Sementara untuk Motif tersangka melakukan penusukan terhadap ibu kandung nya sendiri tambah kasat Reskrim AKP Dwi Rio Andrian SIK, masih didalami, namun Polsek Babat Supat sempat mendapatkan pengakuan dari tersangka bahwa ia merasa kesal dengan bapaknya yang telah membakar buku sejenis kitab ilmu kebathinan miliknya, bahkan saat melihat ibunya tadarus di masjid tersangka menganggapnya sesat dan layak dibunuh.

Bahkan kata Rio, Munir (64) ayah pelaku juga menderita luka gores pada tubuhnya lantaran diserang dengan pedang oleh pelaku ketika akan menolong istrinya yang telah ditusuk pelaku,tutupnya.(Firman)

Artikulli paraprakJalan Rusak di Jirak Jaya Diperbaiki, Pj Bupati Apriyadi Minta Warga Jaga dan Awasi
Artikulli tjetërWartawan Wasit Pemilu

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini