PRABUMULIH– Polres Kota Prabumulih resmi menggelar prees release hasil dari ungkap kasus tindak pidana pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan oleh guru les terhadap murid laki-lakinya beberapa waktu lalu.
Ungkap kasus pencabulan tersebut dilaksanakan oleh Polres beserta jajarannya di halaman Mapolres Kota Prabumulih, Rabu, (22/02/2023).
Kapolres Prabumulih AKBP Witdiardi SIK MH melalui Wakapolresnya, mengungkapkan jika kasus pencabulan sudah terjadi sejak agustus tahun 2021.
“Tersangka HK (32) ini beramalat di Kelurahan Sukaraja Kecamatan Prabumulih Selatan dengan modusnya yakni selesai les muridnya disuruh memijat tersangka terlebih dahulu baru disuruh pulang”, jelas Wakapolres dihadapan awak media.
Kemudian, Wakapolres Prabumulih dalam keterangannya mengungkapkan kasus pencabulan sodomi terhadap muridnya kurun waktu terjadi bisa beberapa kali.
“Bulan Agustus 2021 sebanyak dua kali, bulan September 2021 sebanyak dua kali, bulan Oktober dua kali, bulan April 2022 dua kali, September 2022 dua kali dan bulan November 2022 beberapa kali”, terang Wakapolres.
Lanjut Wakapolres hal itu didukung berdasarkan hasil visum dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel. “Pelaku dijerat Pasal 82 Jo Pasal 76 E UU No 17/2016 tentang penetapan Perpu No 10/2016 tentang perubahan kedua UU No 22/2002 tentang PPA. Ancamannya, paling singkat 5 tahun dan paling lama Rp 15 tahun penjara. Dan, denda paling banyak Rp 5 miliar,” tutup Wakapolres
BACA JUGA  Tekan Inflasi dan Ringan Beban Masyarakat, Pemkot Prabumulih Gelar Operasi Pasar Murah
Artikulli paraprakPeringati HPN, PWI PALI Gelar Mancing Gembira Bersama Bupati Heri Amalindo
Artikulli tjetërKunjungi Bupati PALI, Wako Ridho Yahya: Studi Tiru Tak Harus Ke Daerah Yang Jauh

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini