MUSI BANYUASIN, — Pasca insiden kebakaran penyulingan minyak ilegal yang terjadi belum lama ini di kecamatan babat Toman, Polres Musi Banyuasin berhasil mengamankan pemilik beserta barang bukti.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kebakaran besar tersebut diduga berasal dari mesin sedot minyak yang mengeluarkan api saat pekerja sedang mengoper minyak dari penampung, sehingga menyambar 10 buah Baby Tank (tedmond 1.000 liter) berisi solar hasil penyulingan beserta puluhan drum kapasitas 200 liter dan mesin pompa.

Kapolres Musi Banyuasin melalui Kasatreskrim Polres Musi Banyuasin, AKP Bondan SIK., MH, menerangkan, berdasarkan kronologis kejadian tersangka Yopi Fridian (40) merupakan warga desa Naras I kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman, Sumatera Barat.

BACA JUGA  Pemkab Muba Terus SosialisasikanUji Coba Penerapan Aplikasi E-Office

“Saat ini pelaku yang menyebabkan kebakaran terkait aktivitas Ilegal Refenary di KM II dusun VII Desa Toman kecamatan Babat Toman, Selasa lalu (26/3/2024) telah diamankan beserta barang bukti,” ungkapnya pada awak media, Kamis (28/3/2024).

Dijelaskan Kasatreskrim, setiap orang yang melakukan kegiatan usaha hilir tanpa perizinan berusaha yang mengakibatkan timbulnya korban/kerusakan terhadap kesehatan, keselamatan dan atau lingkungan atau setiap orang yang melakukan sebagaimana diatur dalam UU No 22/2001 tentang Migas sebagaimana telah diubah dalam pasal 40 UU No 2/2022 tentang Ciptaker terancam lima tahun penjara.

“Pelaku dan barang bukti bekas kebakaran, 1 buah mesin sedot, 5 buah kerangka tedmond, 1 buah selang, 1 buah dirigen volume kapasitas 20 liter berhasil kami amankan dengan laporan polisi Nomor: LP / A / 04 / III / 2024 / SPKT.UNIT RESKRIM / POLSEK BABAT TOMAN / POLRES MUBA / POLDA SUMSEL, TANGGAL 27 MARET 2024,” jelasnya.

BACA JUGA  Berhasil Amankan WS Warga Teluk Muba Berikut 37 Paket Shabu, Polisi Kejar Suami Tersangka

Lebih lanjut dirinya menegaskan, segala bentuk aktivitas Ilegal Drilling dan/atau Ilegal Refenary juga dikenakan pidana berdasarkan KUHPidana dan atau Pasal 188 KUHPidana, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan Pidana denda paling besar 50.000.000.000,- (lima puluh miliyar rupiah).(Firman)

Artikulli paraprakPeringatan Nuzulul Quran, Musni Wijaya: Manfaatkan Momentum Ramadan Banyak Membaca dan Mengamalkan Kandungan Alquran Dalam Keseharian
Artikulli tjetërPolres Muba Lakukan Pengecekan Kesejumlah SPBU, Ini Tujuannya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini