PALEMBANG– Tak hanya menggelar rapat paripurna, untuk memeriahkan hari jadi Provinsi ke 77, DPRD Sumsel turut andil menyelenggarakan beragam kegiatan salah satunya menggelar bazar UMKM dengan mengundang masyarakat umum untuk menyaksikan expo UMKM yang menampilkan aneka produk UMKM. Selain itu DPRD Sumsel juga bakal menggelar parade budaya nusantara serta karnaval mobil hias pada 21 Mei mendatang.
” Rapat paripurna istimewa dan kegiatan UMKM Expo ini sebagai bentuk syukur sekaligus wahana refleksi bagi pembangunan dan pemerintahan,”kata Ketua DPRD Provinsi Sumsel Hj.R.A..Anita Noeringhati saat memimpin rapat paripurna istimewa DPRD Provinsi Sumsel dalam rangka memperingati hari jadi Provinsi Sumsel ke-77 tahun 2023, di Gedung DPRD Provinsi Sumsel,  Senin (15/5) pagi.
“Keberhasilan yang sudah ada harus ditingkatkan dan dipertahankan. Jadikan ini sarana evaluasi dan introspeksi dalam pembangunan Sumsel yang lebih baik kedepan,”katanya lagi
Anita dalam kesempatan ini mengucapkan selamat hari jadi Sumsel ke-77. Ia berharap momentum ini akan semakin memantapkan serta meningkatkan dan memperkokoh tekad dan semangat juang dalam membngun Sumsel menjadi Provinsi terbaik.
Sejumlah tokoh penting hadir dalam peringatan HUT Provinsi Sumsel ke-77 tersebut Direktur Jendral (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Agus Fatoni, Anggota DPR RI yang juga Wakil Gubernur Sumsel periode 2013-2018, H. Ishak Mekki, Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya, hadir secara virtual Gubernur Sumsel periode 1988-1998 H. Ramli Hasan Basri, Gubernur Sumsel periode 2003-2008 Ir. Syahrial Oesman, Wakil Gubernur Provinsi Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I, Wakil Ketua II DPRD Provinsi Jambi Pinto Jayanegara. Ketua TP PKK Provinsi Sumsel Hj. Febrita Lustia HD, Wakil Ketua TP PKK Sumsel Hj. Fauziah Mawardi Yahya, Ketua ICSB Sumsel, Samanta Tivani HD dan para kepala OPD dan sejumlah Forkopimda Sumsel lainnya.
Sementara itu gubernur Sumsel H. Herman Deru bersama Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya (HDMY) yang menghadiri sidang  paripurna istimewa DPRD Provinsi Sumsel dalam rangka memperingati hari jadi Provinsi Sumsel ke-77 tahun 2023, mengajak seluruh masyarakat Sumatera Selatan untuk bersatu padu secara tangguh menggelorakan kembali semangat kejayaan Sriwijaya dalam setiap pemikiran, ucapan dan tindakan untuk menjadikan provinsi ini sebagai Provinsi yang “Maju Untuk Semua” dan mensukseskan program Sumsel Mandiri Pangan demi meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Iapun menghimbau semua untuk menyatukan seluruh kekuatan pembangunan di Provinsi Sumatera Selatan dari berbagai kalangan profesi, baik sebagai pimpinan lembaga, birokrat pemerintahan, lembaga legislatif, yudikatif, partai politik, organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat serta tokoh masyarakat, tokoh agama dan lain-lain untuk bersatu padu penuh ketangguhan dan semangat, bekerja keras dan berkarya lebih baik, menjaga nilai-nilai kebersamaan dan perdamaian, demi mencapai prestasi terbaik untuk mewujudkan Sumatera Selatan menjadi Provinsi yang Maju Untuk Semua.

BACA JUGA  Didukung PTBA, Songket dan Batik Khas Tanjung Enim Meriahkan Halal Bihalal Antera

Menurut Gubernur Herman Deru, Sumsel memasuki usia 77 tahun dan di masa kepemimpinannya  bersama dengan Wagub Mawardi Yahya dengan luas wilayah 91.592,43 kilo meter persegi dengan 13 Kabupaten dan 4 Kota ini terus berkembang dalam rangka mewujudkan visi Sumsel Maju untuk Semua.

Hal ini dapat dilihat dari beberapa capaian indikator makro Sumatera Selatan diantaranya, yakni Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Selatan tahun 2022 berhasil bangkit seiring dengan upaya keras yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan serta Kabupaten/Kota sehingga menjadi sebesar 5,23%.

“Angka ini meningkat signifikan setelah sebelumnya terkontraksi 0,11% di tahun 2020. Capaian ini menjadi yang tertinggi se Sumatera,” ucapnya.

Begitupun Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ADHB per Kapita Sumatera Selatan tahun 2022 meningkat menjadi 68,34 Juta Rupiah dari tahun sebelumnya yang sebesar 57,49 Juta Rupiah.  Kemudian Tingkat Kemiskinan Sumatera Selatan pada September 2022 menurun menjadi 11,9% dan merupakan laju penurunan tertinggi secara nasional sekaligus menjadi tingkat kemiskinan terendah dalam dua dekade terakhir di Sumatera Selatan.

BACA JUGA  Penurunan Stunting di Muba Capai 5 Persen, Pj Bupati Apriyadi Diganjar Reward
Selanjutnya adalah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sumatera Selatan dari tahun ke tahun selalu lebih baik dari Nasional. Pada tahun 2022, TPT menurun menjadi 4,63% dari tahun sebelumnya yang sebesar 4,98% dan lebih baik dari nasional yang sebesar 5,86%. Kemudian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumatera Selatan tahun 2022 mencapai 70,90 dan merupakan tahun kelima status IPM kategori tinggi.

“Ada juga Gini Rasio yang mencerminkan nilai ketimpangan pendapatan masyarakat di tahun 2022 turun menjadi 0,330 dan lebih rendah dari nasional yang sebesar 0,381,” paparanya.

Lebih jauh Ia mengatakan Berbagai Capaian Indikator Makro Pembangunan di atas tidak terlepas dari dukungan pembangunan infrastruktur, terutama Pembangunan Jalan sepanjang 1.362,6 kilo meter dan 83 Jembatan yang tersebar di penjuru Provinsi Sumatera Selatan Berbagai infrastruktur lainnya seperti irigasi, normalisasi sungai, tebing penahan longsor, kolam retensi, rumah sakit dan fasilitas kesehatan, hingga sekolah dan sarana prasarana umum lainnya juga telah dibangun dengan dana Bantuan Keuangan yang bersifat khusus senilai Rp4 Triliun Rupiah selama periode 2019 hingga 2022.

BACA JUGA  Jelang Ramadhan, Polisi Grebek "Kampung Narkoba" Kawasan Tangga Buntung, Amankan 65 Orang dan 1,5 Kg Sabu-Sabu

Sebagai reward atas keberhasilan Provinsi Sumatera Selatan dalam menekan laju inflasi, Kementerian Keuangan Republik Indonesia menyalurkan Dana Insentif Daerah sebesar Rp10,32 miliar pada tahun 2022.

Keberhasilan ini juga merupakan buah dari program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan atau GSMP yang digerakkan secara masif untuk mewujudkan ketahanan pangan dan gizi keluarga secara berkelanjutan dari tingkat rumah tangga. Program ini merubah pola pikir masyarakat dari pembeli menjadi penghasil produk pangan berupa sayuran, buah-buahan maupun hasil peternakan dari perkarangan rumah sendiri.
Kemandirian pangan ini juga didukung dengan empat inovasi Pemerintah Sumatera Selatan dalam menekan laju inflasi pangan dengan upaya optimalisasi pasar murah, peningkatan pasokan hasil pertanian, modernisasi sistem pertanian dan peningkatan produksi hasil tani yang disertai dengan edukasi terhadap ribuan petani milenial.Hasil lainnya dari GSMP ini, pada tahun 2022 prevalensi “stunting” di Sumsel turun dari 24,8 persen menjadi 18,6 persen.
“Angka ini lebih rendah dari prevalensi Nasional dan merupakan penurunan tertinggi dari seluruh Provinsi di Indonesia,” tandasnya.
Artikulli paraprakSudah Dipersiapkan Dengan Matang, Sekda Yulius Optimis Kafilah Muara Enim Raih Gelar Juara Pada STQH XXVII 2023 Tingkat Provinsi di Lubuk Linggau
Artikulli tjetërRapat Bersama Kementerian Perindustrian Secara Virtual, Pj Bupati Apriyadi Dorong Aspal Karet Muba Jadi Proyek Nasional

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini