Skip to content
Gelagat Sumsel

Media Cyber

Gelagat Sumsel

Media Cyber

  • HOME
  • Sumsel
    • BANYUASIN
    • Palembang
    • Ogan Ilir
    • Ogan Komering Ilir
    • OKUS
    • OKU
    • Muara Enim
    • MUBA
    • Lahat
    • PRABUMULIH
    • Pali
    • PAGARALAM
    • Empat Lawang
    • OKUT
  • Nasional
  • Internasional
  • Kriminal
  • Video
  • ADVETORIAL
  • HOME
  • Sumsel
    • BANYUASIN
    • Palembang
    • Ogan Ilir
    • Ogan Komering Ilir
    • OKUS
    • OKU
    • Muara Enim
    • MUBA
    • Lahat
    • PRABUMULIH
    • Pali
    • PAGARALAM
    • Empat Lawang
    • OKUT
  • Nasional
  • Internasional
  • Kriminal
  • Video
  • ADVETORIAL
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
PRABUMULIH

Puluhan Pewarta Online Pertanyakan Anggaran Publikasi KPUD Prabumulih Yang Mencapai 3,7 Milyar. Ini sebabnya

By admin
7:35 - 26/10/2024 2 Min Read
0

PRABUMULIH– Puluhan wartawan media siber atau media online mendatangi kantor KPUD Kota Prabumulih mempertanyakan soal nilai jasa publikasi untuk media online yang dianggap terlalu kecil, apalagi menggunakan sistem e katalog, karena nilai harga yang dianggap sangat timpang dengan nilai harga advertorial yang diterima oleh media cetak.

Bagaimana tidak, dengan pagu anggaran Rp. 3,7 miliar yang termasuk di dalamnya biaya publikasi, media online hanya dinilai sebesar Rp. 450.000 per sekali kegiatan/tayang, dan itu belum dipotong PPH/PPN. Sedangkan untuk media cetak sebesar Rp. 3.500.000 per sekali kegiatan/tayang.

Hal inilah yang membuat puluhan wartawan media online menjadi geram, dan ingin mempertanyakan berapakah besaran anggaran untuk media online tersebut, Sabtu 26/10/2024.

Ronald Artas, Sekjend PWI Kota Prabumulih saat diwawancarai media ini mengatakan kenapa tidak disamakan dengan advetorial dari Pemkot atau DPRD sebesar tiga juta lima ratus ribu rupiah.

“Ini merugikan kami semua selaku wartawan media online. Kesenjangannya terlalu jauh, media cetak dibayar Rp. 3.5 juta sedangkan kami hanya Rp.450.000.000,” terang Ronald.

Ronald juga menambahkan jika tidak ada revisi dari KPUD, maka dia mengajak kawan-kawan media online untuk menolak pembayaran tersebut. “Kita batalkan saja kalau begitu” tegasnya.

Sementara itu Epan Saputra atau Epan Ce menambahkan, agar pihak KPUD dapat mempertimbangkan kembali soal nilai yang dibayarkan ke media online ini.

“Tolonglah dipertimbangkan kembali, karena ini penagihannya melalui ekatalog tidak sesuai dengan harga biasanya, tolong diversifikasi ulang lagi,” tambahnya.

Sebelumnya dalam forum kecil di kafe Bang Ali pagi tadi, beberapa jurnalis juga sudah membahas hal itu dan mereka kompak menolak nilai pembayaran sebesar Rp.450.000 tersebut.

Salah satu Jurnalis senior kota ini, Junifer Manurung menyayangkan keputusan KPU Prabumulih yang tidak mempertanyakan dulu kepada awak media melalui organisasi yang ada soal nilai yang akan dibayarkan itu.

“Kita bandingkan dengan pemkot saja, dengan nilai anggaran Rp.1,9 miliar dapat menampung puluhan wartawan dengan nilai pembayaran sebesar Rp.3,5 juta. Itu pun bisa dapat 5-10 kali adv. Untuk itu kami juga perlu keterbukaan dari KPU berapa anggaran yang disediakan untuk para wartawan baik cetak, radio, Tv maupun online,” tandasnya.

Saat dihubungi oleh salah satu rekan media, Ketua KPU kota Prabumulih Martha Dinata mengatakan akan membahas hal ini dengan tim nya dan akan memberikan informasi kepada semua awak media keputusannya. (Raif)

Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Muba Fun Run 2024 Berlangsung Semarak, Bagikan Puluhan Door Prize Untuk Masyarakat

Next

PTBA Bawa Pulang Empat Penghargaan dari Global ESG Awards

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2026 — Gelagat Sumsel. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme