MUARA ENIM — PT Bukit Asam terkesan membatasi akses media massa pada program promosi Tanjungenim Kota Wisata. Pasalnya pada kegiatan peresmian Musem Batu Bara Bukit Asam yang bertepatan momen HUT RI ke-77 pada Rabu (17/8/2022), akses wartawan untuk melakukan peliputan malah dibatasi oleh penyelenggara.
Imbasnya, wartawan yang datang pada kegiatan itu kompak melakukan boikot dengan menggantung kartu tanda media yang diberikan oleh penyelenggara.
Bahkan, salah satu wartawan yakni Ika Anggraeni mendapat perlakuan buruk dari oknum staf Humas PTBA. Dirinya yang sedang melakukan tugas meliput kegiatan ditarik paksa oleh oknum staf Humas PTBA tersebut dan menuding jika dirinya melakukan perbuatan tidak sopan.
“Saya kan sedang meliput, karena melihat rekan-rekan wartawan lain yang aksesnya dibatasi sehingga tidak leluasa meliput saya menghampiri Direktur Operasional PTBA untuk menanyakan hal tersebut. Namun belum selesai bicara, tiba-tiba seorang oknum staf Humas PTBA menarik saya secara paksa dan menuduh saya berperilaku tidak sopan,” papar Ika.
Ika pun mempertanyakan perilaku dirinya mana yang dianggap tidak sopan tersebut. Padahal dirinya bekerja dengan tetap menjaga etika sewajarnya wartawan.
Tidak hanya itu, saat Ika mempertanyakan apakah wartawan dilarang melakukan peliputan kepada Sekretaris Perusahaan PTBA Apolonius Andwie, secara tegas Sekper PTBA tersebut mengatakan tidak boleh.
“Kita kan datang kesini untuk bertugas melakukan peliputan, apalagi dari penyelenggara pihak PTBA memberikan kartu tanda media. Jadi untuk apa ada kartu tersebut kalau kami tidak diperbolehkan meliput dan hanya disuruh duduk seperti acara kondangan,” paparnya.
Hal senada disampaikan oleh Andreas Eko Prakoso yang juga meliput pada kegiatan itu. Dirinya bahkan bingung karena layout posisi wartawan sangat terbatas dan hanya diminta duduk menunggu press release.
“Tujuan kita datang kan untuk meliput dan membuat berita secara langsung sesuai apa yang didengar dan terjadi di lapangan. Jika hanya menunggu rilis saja jadi apa gunanya kita datang,” tanya Andreas.
Ketua PWI Muara Enim Al-Azhar saat dihubungi menyesalkan peristiwa yang dialami oleh Ika Anggraeni yang juga merupakan Bendahara PWI Muaraenim tersebut.
Menurut Al-Azhar, hal ini terjadi kemungkinan karena kurangnya koordinasi manajemen PTBA. Sebab, kegiatan yang mengundang Pj Bupati Muaraenim dan terjadwal pada kegiatan Pemkab, tentu akan banyak dihadiri oleh wartawan.
Terlebih lagi, lanjut Azhar, program Tanjungenim Kota Wisata yang digadang PTBA sejatinya membutuhkan media massa untuk promosinya.
“Bagaimana Tanjungenim Kota Wisata tersebut akan terwujud jika kalau tidak ada publikasi dari media,” tegas Azhar.
Menurut Azhar, pada situasi Covid-19 yang sudah meredah dan kegiatan peresmian Musem Batu Bara yang mengundang artis tersebut, seharusnya para wartawan diberikan akses untuk meliput terutama untuk mengambil foto kegiatan.
“Seharusnya PTBA memberikan akses kepada teman-teman wartawan, bukan malah membatasi diri,” tegasnya.
Azhar berharap PTBA dapat berbenah agar kejadian ini terjadi, apalagi wartawan yang telah diberikan kartu media malah tidak diperkenankan untuk melakukan tugasnya.
“Ini kan suatu hal yang kita pertanyakan. Apa yang harus ditutupi pada acara peresmian Musem Batu Bara Bukit Asam tersebut. Seharusnya PTBA berterimakasihlah karena banyak wartawan yang ingin meliput dan mempublikasikan kegiatan tersebut,” imbuhnya.
“Secara keseluruhan kita menyesalkan apa yang terjadi. Jika memang terjadi wartawan dilarang untuk meliput, artinya sama saja menghalangi wartawan untuk mendapatkan informasi berita. Karena kegiatan pembatasan tersebut dampaknya informasi yang didapat bisa tidak berimbang,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Muara Enim Siswanto mengungkapkan, jika tindakan yang dilakukan oleh manajemen PTBA tersebut bertentangan dengan Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers (UU Pers) yang menjamin hak setiap wartawan untuk mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan informasi.
“UU Pers menjamin hak wartawan untuk melakukan liputan dengan bebas, tanpa ada intimidasi dan pembatasan dari pihak mana pun,” tukasnya.
Terpisah, Direktur Produksi dan Operasi PTBA Suhedi saat dihubungi awak media menyebut belum mengetahui peristiwa pembatasan akses wartawan tersebut.
“PTBA tidak ada larangan bagi wartawan untuk meliput. Nanti kami coba cari letak permasalahannya,” tutupnya.(//)
BACA JUGA  345 Putra-Putri Daerah Raih Mimpi Berkat Beasiswa dari Bukit Asam
Artikulli paraprakPj. Bupati Kurniawan Serahkan Remisi Kepada 824 Warga Binaan Lapas Kelas II B Muara Enim
Artikulli tjetërPj Bupati Apriyadi Siapkan Skenario Kendalikan Inflasi di Muba

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini