Skip to content
Gelagat Sumsel

Media Cyber

Gelagat Sumsel

Media Cyber

  • HOME
  • Sumsel
    • BANYUASIN
    • Palembang
    • Ogan Ilir
    • Ogan Komering Ilir
    • OKUS
    • OKU
    • Muara Enim
    • MUBA
    • Lahat
    • PRABUMULIH
    • Pali
    • PAGARALAM
    • Empat Lawang
    • OKUT
  • Nasional
  • Internasional
  • Kriminal
  • Video
  • ADVETORIAL
  • HOME
  • Sumsel
    • BANYUASIN
    • Palembang
    • Ogan Ilir
    • Ogan Komering Ilir
    • OKUS
    • OKU
    • Muara Enim
    • MUBA
    • Lahat
    • PRABUMULIH
    • Pali
    • PAGARALAM
    • Empat Lawang
    • OKUT
  • Nasional
  • Internasional
  • Kriminal
  • Video
  • ADVETORIAL
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
PaliSumsel

Tingkatkan SDM Para Pewarta, PWI PALI Gelar Workshop Jurnalistik

By admin
7:48 - 14/05/2026 1 Min Read
0

PALI, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menggelar workshop jurnalistik bertema “Dari Ruang Redaksi ke Timeline: Strategi Jurnalis Membangun Pengaruh di Media Sosial” di Sekretariat PWI PALI, Kamis (14/5/26).

Workshop ini menghadirkan Bung Fatkurohman, S.Sos, Founder Bung FK Digital Analysis Research Centre (BDRC), sebagai narasumber utama. Fokusnya pada strategi pemanfaatan media sosial bagi jurnalis di era digital tanpa meninggalkan kaidah jurnalistik.

Ketua PWI PALI, Joko Sadewo, SH., MH, mengapresiasi antusiasme jurnalis lintas organisasi yang hadir. Ia menegaskan kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wadah memperkuat solidaritas wartawan di PALI.

“Acara ini adalah bentuk diskusi untuk memberi ilmu dan pengalaman baru. Kita ingin jurnalis di PALI memiliki pengaruh yang positif dan kredibel di media sosial,” ujar Joko Sadewo, yang akrab disapa Bung Josa.

Dalam paparannya, Fatkurohman menjelaskan media sosial sebagai platform tanpa batas ruang dan waktu untuk menyebarkan konten tulisan, foto, maupun video. Namun ia mengingatkan, kebebasan itu tetap punya batas.

“Karya jurnalistik yang diunggah ke media sosial wajib berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan UU Pers Nomor 40 Tahun 1999. Verifikasi dan akurasi tetap harga mati. Jurnalis harus menjaga independensi serta menghindari konten hoaks dan SARA,” tegasnya.

Sesi diskusi juga menekankan pentingnya memisahkan opini pribadi dengan berita resmi, melindungi privasi narasumber, dan selalu mencantumkan sumber informasi.

Melalui workshop ini, PWI PALI berharap jurnalis di daerah mampu bertransformasi menjadi “melek” teknologi, membangun personal branding yang kuat, namun tetap memegang teguh prinsip jurnalistik yang sehat dan bertanggung jawab. (Jeksi)

Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Gubernur Herman Deru Tegaskan Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025 Jadi Solusi Penataan Sumur Minyak Rakyat di Muba

Next

BPJS Kesehatan dan Pemkab Muba Perkuat Kemitraan

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2026 — Gelagat Sumsel. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme