Poto: Kadisdik Prabumulih, A. Darmadi
Prabumulih – Beberapa hari terakhir warga kota Prabumulih disajikan isu liar di media sosial terkait pencopotan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah. Diantara Warganet menarasikan pencopotan jabatan Kepsek Roni Ardiansyah lantaran menegur anak seorang pejabat daerah yang membawa mobil saat ke sekolah.
Menanggapi isu liar itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Prabumulih, A. Darmadi menegaskan, pencopotan Roni bukan karena persoalan teguran kepada anak pejabat, melainkan buntut kasus chat mesum yang melibatkan salah satu oknum guru di SMPN 1 yang ia pimpin.
Menurut Darmadi, Oknum guru berinisial DD, yang merupakan tenaga pengajar mata pelajaran IPS sekaligus pelatih futsal, kedapatan mengirimkan pesan cabul kepada siswi SMPN 1 berinisial JN. Percakapan tidak senonoh itu viral di media sosial dan memicu kemarahan publik.
“ Ada seorang guru di SMP Negeri Prabumulih yang mengirim chat mesum ke siswinya. Guru tersebut sudah kami non-job sejak 27 Agustus 2025,” jelas Darmadi kepada wartawan.
Menurut Darmadi, oknum guru P3K tersebut menghubungi korban karena alasan kegiatan futsal. Namun, komunikasi itu justru berubah menjadi ajakan tidak pantas. Hasil pemeriksaan inspektorat memastikan guru itu akan dicopot dari tugas mengajar secara permanen.
Darmadi juga menegaskan hanya ada satu korban, yakni siswi kelas VIII berinisial JN.
Akibat ulah bawahannya, Kepala SMPN 1 Roni Ardiansyah ikut dimintai pertanggungjawaban. Pemerintah Kota Prabumulih menilai pimpinan sekolah harus bertanggung jawab atas tata kelola dan pengawasan terhadap lingkungan pendidikannya.
“Mutasi kepala sekolah ini bagian dari langkah penyegaran sekaligus penegasan bahwa kasus serupa tidak boleh terulang. Kepala sekolah adalah penanggung jawab penuh terhadap kinerja dan moral bawahannya,” tegas Darmadi.
Dengan demikian lanjut Darmadi, isu bahwa pencopotan Roni Ardiansyah karena persoalan teguran kepada anak wali kota dapat dipastikan tidak benar.
Pencopotan dilakukan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh atas skandal oknum guru yang mencoreng dunia pendidikan di Prabumulih.



