MUBA- Inovatif, kata ini yang pantas disematkan kepada dua siswi SMK Negeri 1 Keluang Kabupaten Muba, Ana Khotijah dan Evita. Dua siswi ini berhasil melakukan inovasi mengelola buah kelapa sawit menjadi selai dan dodol, Senin (03/04/2023)

Bahkan, kedua produk makanan itu telah melalui pengujian BPOM Sumsel dan Dinas Kesehatan, sehingga sudah dapat diproduksi dan dipasarkan.

Ditemui di sekolahnya, kedua siswi Ana Khotijah dan Evita mengaku awalnya kebingungan hendak membuat apa. Setelah berbincang dengan guru dan melihat buah sawit yang banyak, akhirnya muncul ide untuk menciptakan makanan dari buah kelapa sawit.

“Setelah melalui beberapa kali percobaan, akhirnya buah kelapa sawit yang selama ini masuk pabrik hanya menjadi minyak sawit mentah atau minyak goreng, kini bisa diolah menjadi makanan siap santap,” ungkap keduanya.

BACA JUGA  UIGM Palembang Tawarkan Kerjasama ke Pemkab Muba

Bagaimana buah kelapa sawit menjadi selai dan dodol? Ia menceritakan, keduanya dibantu teman-temannya mempraktikkan cara membuat dodol dan selai dari sawit. Pertama buah kelapa sawit yang sudah menguning dilepaskan dari tandanya, lalu dicuci bersih dan dipotong-potong serta dibuang bijinya.

“Kemudian direbus hingga potongan kulit buah kelapa sawit matang. Kemudian diangkat dan disaring untuk membuang serat buah,” urainya.

Kemudian lanjutnya, menggunakan bahan campuran lain seperti santan, gula, tepung ketan putih dan sejumah bahan lainnya. “Tahap selanjutnya, semua bahan dicampur dimasak dengan cara terus diaduk hingga merata dan mengental,” urainya lagi.

“Proses pembuatan kedua makanan memang membutuhkan waktu, sama seperti proses pembuatan dodol durian atau selai nanas. Namun dodol dan selai buah kelapa sawit merupakan makanan baru yang bikin penasaran,” tambahnya.

BACA JUGA  9 Orang Dari Muba Ikuti Seleksi Administrasi Komponen Cadangan Matra Darat 2022

Diketahui, Dodol dan selai buatan siswi SMK Negeri 1 Keluang kini sudah dikemas. Selai dengan kemasan berat 150 gram dijual Rp17.000.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Keluang, Resta Julius, mengatakan sekolah yang dipimpinnya memang menuntut guru untuk mendorong siswa agar dapat berinovasi.

“Dari percobaan yang dilakukan tercipta dodol dan selai buah kelapa sawit. Kedua produk ini sudah mendapatkan izin dari BPOM Sumsel, jadi sudah dapat diproduksi dan diedarkan,” katanya.(Firman)

Artikulli paraprakKedapatan Bawa Sajam, Yadi Yansah Diamankan Tim Gabungan
Artikulli tjetërTemui Plt. Bupati, Manager PLN Muara Enim Jelaskan Alasan Teknis Lakukan Pemadaman Listrik

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini